Rabu, 18 Maret 2015

Terimakasih Sahabat, Engkau Ladang Amalku ...


 “Ki…., hampir setiap hari kitakan ketemu dengan banyak orang, seperti ana sekarang ini, mulai dirumah, bertemu dengan anak dan istri, kemudian di jalan raya, ketemu sopir yang ugal-ugalan, ketemu sopir yang marah-marah terus, ketemu pengendara sepeda motor yang tidak sabaran, main serobot saja, ketemu polisi yang lagi nilang, belum lagi sampai kantor, kadang lihat atasan marah-marah, mukanya dijelek-jelekin, ketemu teman yang ngeselin, ketemu bawahan yang susah diatur, juga kadang ketemu pegawai bank yang menjengkelkan, ketemu pegawai instansi yang mata duitan, dan masih banyak lagi berbagai kejadian dan sikap yang kita temukan dalam keseharian kita….”

“Selain tentu juga ana sering bertemu dengan orang yang ramah, orang yang sabar, tutur katanya sopan, dan sikapnya ramah…., dari sekian banyak karakteristik manusia yang kita temui sepanjang hari yang berlainan seperti itu, apa yang harus kita lakukan ki….?” Tanya Maula dalam sebuah kesempatan.

Ki Bijak tersenyum mendengar penuturan Maula; “Karakter orang boleh beda-beda Nak Mas, seperti yang Nak Mas sebutkan tadi, tapi dari sedemikian banyak perbedaan itu, ada satu yang sama, bahwa mereka semua adalah ciptaan Allah…..”

“Allah yang menciptakan orang yang suka marah, Allah juga yang menciptakan orang yang santun…”

“Allah yang menciptakan orang yang suka ugal-ugalan, Allah juga yang menciptakana orang yang sabar…”

“Allah yang menciptakan atasan yang otoriter, Allah juga yang menciptakan atasan yang baik dan bijak….”

“Allah yang menciptakan bawahan yang susah diatur, Allah juga yang menciptakan bawahan yang penurut….”

“Allah yang menciptakan pegawai yang malas, Allah juga yang menciptakan pegawai yang rajin..”

“Allah yang menciptakan teman yang sering membuat kita kesel, Allah juga yang menciptakan teman yang bisa membuat kita tertawa…”

“Allah yang menciptakan orang jahil, Allah juga yang menciptakan orang yang cerdas….”

“Semuanya Nak Mas…,semua karakter yang kita temukan adalah ciptaan Allah…, tentu dengan satu tujuan yang jelas, tidak mungkin Allah menciptakan semua itu sia-sia dan asal-asalan….” Kata Ki Bijak panjang lebar.

“Lalu apa tujuannya Ki…..?” Tanya Maula.



Senin, 16 Maret 2015

Bekerjalah Dengan Hati

“Ki….., apa bedanya kerja keras, kerja dengan cerdas dan kerja dengan ikhlas…..? Tanya Maula pada gurunya.

Ki Bijak tersenyum mendengar pertanyaan Maula yang sangat dalam ini, “Bekerja keras adalah bagian dari fisik Nak Mas…, seperti orang yang bongkar muat barang, seperti orang yang mengangkat batu atau kayu, seperti juga orang yang bekerja siang-malam…, seperti itulah orang yang bekerja keras Nak Mas…..” Kata Ki Bijak.

“Akan halnya orang yang bekerja dengan cerdas ki….? Tanya Maula lagi.

“Orang yang bekerja dengan cerdas, adalah mereka yang memaksimalkan fungsi otaknya untuk menyelesaikan suatu kerjaan…, mungkin jenis pekerjaannya sama, mungkin kuantitas pekerjaannya sama, tapi orang yang cerdas akan menggunakan otaknya untuk menemukan cara terbaik untuk menyelesaikannya secara lebih cepat dan lebih baik…”

“Mungkin dia akan menggunakan metode tertentu untuk mempercepat pekerjaannya, mungkin dia akan menggunakan alat-alat tertentu yang memang dibutuhkannya, mungkin juga dia memanage waktunya dengan sedemikian rupa, sehingga pekerjaannya menjadi lebih mudah diselesaikan dengan hasil yang lebih baik….”

“Sementara orang yang bekerja dengan ikhlas adalah mereka yang bekerja dengan hatinya…., semua aktivitas dan kegiatannya dia niatkan sebagai bagian dan ibadahnya kepada Allah, sehingga ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh konsentrasi, dengan penuh pengabdian,karena ia menyadari sepenuhnya hasil karya dan pekerjaannya bukan semata harus ia pertanggung jawabkan pada atasannya, melainkan juga harus dipertanggung jawabkan kepada Allah yang telah menempatkannya pada pekerjaan tersebut dan atas imbalan atau gaji yang telah diterimanya…..” Kata Ki Bijak.

Maula menghela nafas panjang mendengar penuturan gurunya yang panjang lebar.., “Lalu bagaimana dengan hasilnya ki…, apakah juga akan ada perbedaan..?” Tanya Maula lagi.

Ki Bijak menghela nafas panjang, sebelum kemudian menjawab pertanyaan Maula, “Aki pernah baca sebuah artikel menarik dari seorang penulis muda, beliau mengatakan seperti ini,”Bekerja keras itu menghasilkan, bekerja cerdas itu melipatgandakan, dan bekerja ikhlas itu menenteramkan (Jamil Azzaini).....”

Dan aku..Ingin terus bertahan ^_^

-percikan kalbu-

Sabar dalam Islam: Keutamaan dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Sabar adalah salah satu sifat mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada ujia...