Rabu, 09 Februari 2011

Tegar di Jalan Dakwah


Problematika Internal Aktivis Dakwah

Pembahasan problematika internal lebih didahulukan daripada pembahasan problematika eksternal karena problem terberat bagi semua jamaah dakwah adalah kendala internal. Ketika problematika internal sudah diselesaikan/dikelola dengan baik, maka amanah dakwah lebih mudah ditunaikan dan problematika eksternal lebih mudah diselesaikan. Problematika internal yang sering dijumpai dalam jamaah dakwah adalah gejolak kejiwaan, ketidakseimbangan aktifitas, latar belakang dan masa lau, penyesuaian diri, dan friksi internal.

Gejolak kejiwaan sebenarnya merupakan persoalan yang dimiliki oleh semua manusia biasa. Dan yang perlu disadari adalah para aktivis dakwah juga manusia biasa. Gejolak ini tidak bisa dimatikan sama sekali, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak merugikan dakwah dan aktifis dakwah.

Membina Angkatan Mujahid


Banyak angkatan muda islam yang tidak mengenal Hasan Al-Banna dengan fikrah (pemikiran) dan dakwahnya. Padahal mereka seharusnya mengenal dan kita seharusnya mengenalkannya. Apalagi di tengah kaum muslimin saat ini tidak ada fikrah yang representatif-jika mereka ingin mengambilnya sebagai titik tolak yang benar-kecuali milik Hasan Al-Banna. Selain itu banyak orang yang sengaja mengaburkan gambaran tentang Hasan Al-Banna di mata generasi muda islam. Maksudnya tidak lain agar mereka tidak bisa menempuh jalan yang benar sebagaimana beliau gariskan.
Di pihak lain, kini muncul di mana-mana aliran pemikiran sakit yang menghendaki terasingnya fikrah dan dakwah Hasan Al-Banna. Karena itulah mereka-dan yang lainnya-harus mengerti bahwa gerakan islam yang tidak bertolak dari fikrah Hasan Al-Banna adalah terbukti cacat.
Rasanya mustahil kita membangun aktivitas yang lengkap dan komprehensif untuk berkhidmat kepada islam tanpanya. Selain itu banyak serangan membabi buta yang ditujukan kepada sebagian fikrah yang dilontarkan oleh Imam Hasan Al-Banna. Banyak sudah orang tergelincir karenanya, terutama mereka yang diberi anugerah oleh Allah berupa keluasan cara pandang, sebagaimana yang telah dianugerahkan Allah kepada Hasan Al-Banna. Hal itulah yang mengharuskan murid-muridnya dan orang-orang yang komitmen dengannya untuk menulis dan menjelaskan fikrah ini dengan mengemukakan argumentasinya.

Dan Akhirnya...

Dan akhirnya,,

Pilihan itu harus ku pilih,
bukan berarti ku menyerah,
bukan berarti ku kalah,
bukan...
sungguh bukan itu.....

taukah kau kawan,
kegundahanku ini,
kecemasanku ini,
kekhawatiranku ini,
semua membuncah..menumpuk...
tanpa tepi...kucoba susuri.

Sampai akhirnya...
Hari ini ku azzamkan
bahwa aku memilih jalan ini,
jalan yang mungkin bagimu bisa dikesampingkan
tapi aku...
aku memilihnya
aku mengedepankannya
karena kebutuhan
karena ini adalah pilihan
MAAFKAN AKU KAWAN
dan beginilah semua harus kuputuskan..

SEMANGAT...
Semoga Allah meridhoi tiap-tiap apa yang kita pilih

Sabar dalam Islam: Keutamaan dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Sabar adalah salah satu sifat mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada ujia...