“Ki….., apa bedanya kerja keras, kerja dengan cerdas dan kerja dengan ikhlas…..? Tanya Maula pada gurunya.
Ki Bijak tersenyum mendengar pertanyaan Maula yang sangat dalam ini, “Bekerja keras adalah bagian dari fisik Nak Mas…, seperti orang yang bongkar muat barang, seperti orang yang mengangkat batu atau kayu, seperti juga orang yang bekerja siang-malam…, seperti itulah orang yang bekerja keras Nak Mas…..” Kata Ki Bijak.
“Akan halnya orang yang bekerja dengan cerdas ki….? Tanya Maula lagi.
“Orang yang bekerja dengan cerdas, adalah mereka yang memaksimalkan fungsi otaknya untuk menyelesaikan suatu kerjaan…, mungkin jenis pekerjaannya sama, mungkin kuantitas pekerjaannya sama, tapi orang yang cerdas akan menggunakan otaknya untuk menemukan cara terbaik untuk menyelesaikannya secara lebih cepat dan lebih baik…”
“Mungkin dia akan menggunakan metode tertentu untuk mempercepat pekerjaannya, mungkin dia akan menggunakan alat-alat tertentu yang memang dibutuhkannya, mungkin juga dia memanage waktunya dengan sedemikian rupa, sehingga pekerjaannya menjadi lebih mudah diselesaikan dengan hasil yang lebih baik….”
“Sementara orang yang bekerja dengan ikhlas adalah mereka yang bekerja dengan hatinya…., semua aktivitas dan kegiatannya dia niatkan sebagai bagian dan ibadahnya kepada Allah, sehingga ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh konsentrasi, dengan penuh pengabdian,karena ia menyadari sepenuhnya hasil karya dan pekerjaannya bukan semata harus ia pertanggung jawabkan pada atasannya, melainkan juga harus dipertanggung jawabkan kepada Allah yang telah menempatkannya pada pekerjaan tersebut dan atas imbalan atau gaji yang telah diterimanya…..” Kata Ki Bijak.
Maula menghela nafas panjang mendengar penuturan gurunya yang panjang lebar.., “Lalu bagaimana dengan hasilnya ki…, apakah juga akan ada perbedaan..?” Tanya Maula lagi.
Ki Bijak menghela nafas panjang, sebelum kemudian menjawab pertanyaan Maula, “Aki pernah baca sebuah artikel menarik dari seorang penulis muda, beliau mengatakan seperti ini,”Bekerja keras itu menghasilkan, bekerja cerdas itu melipatgandakan, dan bekerja ikhlas itu menenteramkan (Jamil Azzaini).....”


