Senin, 11 Juni 2012


Kita, Prasangka, Mereka
-Salim A Fillah-


Kita hidup di tengah-tengah khalayak
yang selalu berbaik sangka..
Alangkah berbahayanya
terlalu percaya pada baik sangka mereka
membuat kita tak lagi jujur pada diri
atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu

tapi keinsyafan membuat kadang terfikir
bersediakah mereka tetap jadi saudara
saat tahu siapa kita sebenarnya
kadang terrasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
dan.. bersediakah dia tetap mendampingi kita di sepanjang
jalan cinta para pejuang
ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang

inilah bedanya kita dengan Sang Nabi
dia dipercaya, karena dia dikenal
sebagai Al Amin, orang yang tepercaya
sementara kita dipercaya, justru karena
mereka semua tidak mengenal kita..

yang ada hanya baik sangka..

maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
dengan berbuat sebaik-baiknya
atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar lelaki
yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya

“Ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka
dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu..”
Atau doa seorang tabi’in yang mulia
“Ya Allah jadikan aku dalam pandanganku sendiri
sebagai seburuk-buruk makhluq
dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah
dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia..”


***

Taken from : Dalam Dekapan Ukhuwah hal 199-200


Sabtu, 09 Juni 2012

Wanita Ibarat Buku


Bismillahirrahmanirrahiim..

Eramuslim. Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku.. Kata teman pengajianku..

Ia melanjutkan ceritanya "Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. "

"iya, terus teh ..?" kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.

"Nah, bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya" Ceritanya

DO'A KALBU



dimalam penuh bintang
di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..

di malam penuh bintang
di bawah sinar bulan purnama
kupasrahkan semua
keluh kesah yang aku rasa
sesak dadaku
menangis pilu
saat ku urai dosa-dosaku..
dihadapan-MU ku tiada artinya............

doa kalbu tak bisa aku bendung
deras bak hujan di gunung sahara
hatiku yang gersang........
terasa oleh tenteram...

hanya Engkau yang tahu siapa aku
tetapkanlah seperti malam ini
sucikan diriku selama-lamanya.......

DO'A KALBUKU......


Munsyid : Fika-Mupla

Jumat, 08 Juni 2012

Refresh...



Coba kita lihat 3 titik yang ada di lafaz Allah ini..
cuma lihat titik hitam itu 10 detik tanpa berkedip dan fokus. Lalu coba kalian pejamkan mata sesaat setelah itu buka lah mata kalian..

atau 

Setelah memelototi titik itu slama 10 detik, coba alihkan pandangan kita kepada dinding tembok yang kosong..
lalu lihatlah keajaibannya
lihat apa yang terbentuk di mata kalian..

..subhanallah..
^^

Selasa, 05 Juni 2012

Shalat Istikharah Ketika Ingin Memilih atau Telah Mantap pada Pilihan?


Dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara /  urusan yang kami hadapai, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. Al-Bukhari)

Para pembaca sekalian, hadist di atas merupakan hadist yang agung. Karena di dalamnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada umatnya apabila menemui suatu perkara / urusan, maka hendaknya melakukan shalat istikharah. Namun yang menjadi poin bahasan kali ini adalah dua hal saja, yaitu hanya pada tulisan yang diberi cetak lebih tebal dari yang lain.

Minggu, 03 Juni 2012


"..Memaknai batas kadang memberi kita pemakluman untuk mengambil 'udzur. Selalu ada pembenaran atas setiap langkah mundur yang kita ambil. Selalu ada alasan untuk berlama-lama di tiap pemberhentian yg kita singgahi.. Tetapi,dalam dekapan ukhuwah, para ksatria agung itu bertanya pada hati. Dan mereka menemukan jawab yg mmbuat jiwa menari d atas batas, meski jasad harus bersipayah mengimbangi.."

Tidakkah engkau tau, bahwa 'udzur telah dihapus dengan firmanNya, 
"Berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat?"

Tidak ada larangan untuk beralasan..
Tidak ada alasan untuk terus menghindar..
dan tidak ada pembenaran untuk terus-terusan terlena dalam kenyamanan..
Tak ada yang abadi di dunia ini,,
dan tidak selalu tersedia kesempatan kedua dalam tiap tahapan kehidupan..
Ya..
semua hanya akan berlangsung satu kali saja..
dan kata 'evaluasi diri' itu akan terwujud beriring dengan gerak nyata yang mau kita berikan..


“Ya muqollibul qulub tsabbit qalbi ala dinnik, 
ya muqollibul qulub tsabbit qalbi ala tho’atik"

bersemangatlah...
dan bukan hanya mimpi indahmu saja yang harus kau wujudkan..
tapi mimpi-mimpi mereka pun harus kita wujudkan..

_dan memang beginilah akhwat_



Sabar dalam Islam: Keutamaan dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Sabar adalah salah satu sifat mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada ujia...