Seringkali hati kecil mengadu sakit,,
seringkali jiwa meratap iba..
Cobaan dan ujian yang datang bertubi-tubi, kadangkala menewaskan semangat yang ada.
Kadangkala kita berasa sendirian..
terasa betapa kita dipinggirkan..
Menyangka kalau sudah tidak ada lagi yang bernilai dalam kehidupan..
dan yang kita lihat hanyalah jalan suram di hadapan..
Lantas kita mengeluh kepada-Nya,,
Kita kecewa dengan ketentuan yang ditetapkan-Nya..
Kita menyalahkan takdir hitam..
"..Segarkan hati,, tenangkan jiwa,, dengan berbagi inspirasi dan kisah sehari-hari..^^.."
Rabu, 15 Juni 2011
Perjuangan Mahasiswa Tingkat Akhir
Hal-Hal yang tadinya tidak biasa akan menjadi sesuatu yang pasti akan jadi kebiasaan mahasiswa. emm...apalagi kalau udah tingkat akhir...
apa aja hal-hal biasa yang akan jadi rutinitas luar biasa bagi mahasiswa tingkat akhir????
Yukh kita sebutkan satu per satu...
1. Rajin ke Perpustakaan 
Mahasiswa tingkat akhir, pastinya disuruh banyak cari referensi, ntah itu jurnal ato skripsi dari alumni, n mau g mau mereka cari bahan di perpus kampus ato perpus daerah... Kalo yg awalnya mereka cuma sekali dalam 1 semester ke perpus, bisa dipastikan dengan adanya skripsi mereka harus ke perpus berkali-kali, biar dapet revisi banyak
Mahasiswa tingkat akhir, pastinya disuruh banyak cari referensi, ntah itu jurnal ato skripsi dari alumni, n mau g mau mereka cari bahan di perpus kampus ato perpus daerah... Kalo yg awalnya mereka cuma sekali dalam 1 semester ke perpus, bisa dipastikan dengan adanya skripsi mereka harus ke perpus berkali-kali, biar dapet revisi banyak
2. Rajin Searching 
Selain ke perpus, banyak mahasiswa yg diharuskan cari-cari bahan tambahan di internet, mau ga mau (pasti mau) mereka searching bisa sampe berjama-jam lamanya.. heheheh tp mungkin kebanyakan ngaskus & fesbuk ketimbang cari bahan.
3. Rajin beli kertas & tinta
Kalo yang ini pasti, mahasiswa pasti membutuhkan yg namanya kertas n tinta untuk ngeprint skripsi yg dah mereka buat... tp g jarang jg, mahasiswa jadi boros sama kertas, alasannya kalo tiap bab di konsulkan ke dosen, biasanya banyak yg dicoret2 dan harus ngulang lagi
4. Begadang
99% kemungkinan banyak mahasiswa yang begadang, apalagi kalo sudah masuk date line.. wuuiihh bisa ampe jam 2 malem, jam 3, jam 4 shubuh.. bahkan sampe g tidur
Selain ke perpus, banyak mahasiswa yg diharuskan cari-cari bahan tambahan di internet, mau ga mau (pasti mau) mereka searching bisa sampe berjama-jam lamanya.. heheheh tp mungkin kebanyakan ngaskus & fesbuk ketimbang cari bahan.
3. Rajin beli kertas & tinta
Kalo yang ini pasti, mahasiswa pasti membutuhkan yg namanya kertas n tinta untuk ngeprint skripsi yg dah mereka buat... tp g jarang jg, mahasiswa jadi boros sama kertas, alasannya kalo tiap bab di konsulkan ke dosen, biasanya banyak yg dicoret2 dan harus ngulang lagi
4. Begadang
99% kemungkinan banyak mahasiswa yang begadang, apalagi kalo sudah masuk date line.. wuuiihh bisa ampe jam 2 malem, jam 3, jam 4 shubuh.. bahkan sampe g tidur
(Pintaku) Kuatkan Hati dan Langkahku Ya ALLAH...
Setiap pagi.
Saat mata terbuka melihat dunia.
Hanya senyum terukir.
Kadang lupa mengucap hamdalah.
Astaghfirullahal'adzim.
Itu aku.
Yang selalu lupa dan lalai.
Melihat mereka yang jauh di perantauan, sangat tabah menyusuri sebuah perjalanan baru di bumi asing.
Mereka yang pernah menjadi sahabat dan akan selalu menjadi teman sepanjang perjalanan ini.
Melihat abang dan kakak yang pernah aku kenal suatu masa dahulu di medan dakwah.
Kini sudah punya keluarga, sudah punya kerja dan berjaya.
Bahagia.
Melihat mereka, yang akan melangkah menuju dunia baru.
Dalam hati berkata.
Senin, 13 Juni 2011
Asy-Syaja'ah (Keberanian)
Asy-syaja’ah (keberanian) adalah salah satu ciri yang dimiliki orang yang istiqamah di jalan Allah, selain ciri-ciri berupa al-ithmi’nan (ketenangan) dan at-tafaul (optimisme).Jadi orang yang istiqamah akan senantiasa berani, tenang dan optimis karena yakin berada di jalan yang benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Allah.
Namun memang tak mudah untuk menjadi orang yang istiqamah atau teguh pendirian memegang nilai-nilai kebenaran dan senantiasa berada di jalan Allah. Bahkan Rasulullah saw. mengatakan bahwa turunnya surat Hud membuat beliau beruban karena di dalamnya ada ayat (QS. Huud [11]: 112) yang memerintahkan untuk beristiqamah,
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Rasulullah saw. memahami benar makna istiqamah yang sesungguhnya sampai ketika Abu Sufyan bertanya hal terpenting apa dalam Islam yang membuatnya tak perlu bertanya lagi, beliau menjawab, “Berimanlah kepada Allah dan kemudian beristiqamahlah (terhadap yang kau imani tersebut)”. Di kesempatan lain, Rasulullah saw. juga mengatakan tantangan buat orang yang istiqamah memegang Islam di akhir zaman, begitu berat laksana menggenggam bara api.
Keberanian untuk tetap istiqamah walau nyawa taruhannya nampak pada diri orang-orang beriman di dalam surat Al-Buruuj (QS. 85) yang dimasukkan ke dalam parit dan dibakar oleh as-habul ukhdud hanya karena mereka menyatakan keimanannya kepada Allah Taala.
Begitu pula Asiah, istri Fir’aun dan Masyitah, pelayan Fir’aun, kedua-duanya harus menebus keimanan mereka kepada Allah dengan nyawa mereka. Asiah di tiang penyiksaannya dan Masyitah di kuali panas mendidih beserta seluruh keluarganya karena mereka berdua tak sudi menuhankan Fir’aun.
Demikian sulitnya untuk mempertahankan keistiqamahan di jalan Allah, dan demikian sulit pula untuk mewujudkan asy-syaja’ah sebagai salah satu aspeknya.
Minggu, 12 Juni 2011
HANG
Islamedia - “Tepp”..Astaghfirullah…makalahku hilang secara tiba-tiba. Padahal besok harus sudah dipresentasikan di depan client. Naskah presentasi yang sudah ku buat 3 hari ini yang memakan waktu tenaga dan pikiran hilang begitu saja. Lenyap. Siapa yang harus ku salahkan?? Ahh ini semua salahku.. karena membiarkan penyakit yang sudah menjalar keseluruh tubuh laptop ku..aku pikir masih bisa bertahan sampai satu bulan lagi, baru rencananya aku servis. Tapi ternyata…ahh aku jadi kesal sendiri..proyek ku gagal. Gara2 laptopku mati total pada malam itu. Ku coba tekan “Ctrl+Alt+Delete” tapi ga ngaruh sama sekali..laptop ku HANG…!! Semua cara ga bisa nanganin, ada satu cara; terpaksa restart…!! Ya Allah…hilang semua apa yang sudah ku tulis tadi...Seketika langsung ku contact temanku seorang teknisi computer.
“bos, laptop ane ko tiba2 mati yah?”
“hmmm…ada banyak faktor, kenapa computer mati secara mendadak atau hang. bisa karena terserang virus, memory kepenuhan, ada shofware yang tidak terinstal sempurna, bisa karena terlalu banyak software yang dijalankan, jarang merawat dan membersihkan juga salah satu penyebab komputer hang, atau kapasitas hardisk sudah terpakai maksimum, sehingga jalannya program menjadi lambat, sampai akhirnya membuat komputer kita hang..! antum bawa aja besok ke rumah ane. Nanti coba ane diagnosa mudah2an masih bisa diobatin yaks”
“oh gitu yah…memang sih beberapa minggu ini laptop ane loadingnya lemot banget. Sangat mengganggu produktifitas ane jadinya..tapi mau gimana lagi cuma ini yang ane punya ane juga ga faham gimana ngatasin lemotnya. Ok besok ane ke tempat antum, mudah2an masih bisa diselamatkan.”
Kesatuan Langkah Dalam Beramal
>>As-Shaff yang bermakna barisan adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang patut menjadi bahan renungan bagi para da’i. Surat ini merupakan Ma’alim fii at-Thoriiq (petunjuk jalan) bagi aktivis dakwah. Surat ini walaupun pendek tetapi mencakup semua yang dibutuhkan para da’i dari aqidah, akhlak, sejarah, ukhuwah, obyek dakwah, sampai pada puncak ajaran Islam, yaitu Jihad di jalan Allah. Sehingga para kader wajib menghafalnya, mentadaburinya secara berulang-ulang dan mengamalkannya dalam aktivitas dakwah mereka.
>>Nama surat biasanya menjadi tema sentral dari substansi surat tersebut, demikian juga surat As-Shaff. Shaff adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan dalam dakwah, jihad dan pergerakan Islam. Bahkan kesatuan shaff adalah persyaratan mutlak bagi kemenangan pergerakan dan dakwah Islam. Tanpa adanya kesatuan shaff, maka akan menimbulkan dampak langsung bagi kekalahan dan kegagalan dakwah dan perjuangan. Kisah perang Uhud merupakan salah satu bukti dari kekalahan perang disebabkan shaff yang berantakan, padahal sebelumnya sudah berada diambang kemenangan.
Yukh kita sama-sama pahami makna yang terkandung dalam QS As Shaff.....
Yang Terlupa Dari Keikhlasan
Ikhlas, suatu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kaum muslimin. Sebuah kata yang singkat namun sangat besar maknanya. Sebuah kata yang seandainya seorang muslim terhilang darinya, maka akan berakibat fatal bagi kehidupannya, baik kehidupan dunia terlebih lagi kehidupannya di akhirat kelak. Ya itulah dia, sebuah keikhlasan. Amal seorang hamba tidak akan diterima jika amal tersebut dilakukan tidak ikhlas karena Allah.
Allah berfirman yang artinya,
“Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (Qs. Az Zumar: 2)
Keikhlasan merupakan syarat diterimanya suatu amal perbuatan di samping syarat lainnya yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Perkataan dan perbuatan seorang hamba tidak akan bermanfaat kecuali dengan niat (ikhlas), dan tidaklah akan bermanfaat pula perkataan, perbuatan dan niat seorang hamba kecuali yang sesuai dengan sunnah (mengikuti Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam)”
Apa Itu Ikhlas ?
Banyak para ulama yang memulai kitab-kitab mereka dengan membahas permasalahan niat (dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan keikhlasan), di antaranya Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, Imam Al Maqdisi dalam kitab Umdatul Ahkam, Imam Nawawi dalam kitab Arbain An-Nawawi dan Riyadhus Shalihin-nya, Imam Al Baghowi dalam kitab Masobihis Sunnah serta ulama-ulama lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keikhlasan tersebut. namun, apakah sesungguhnya makna dari ikhlas itu sendiri ?
Ukhti muslimah, yang dimaksud dengan keikhlasan adalah ketika engkau menjadikan niatmu dalam melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, engkau melakukannya bukan karena selain Allah, bukan karena riya (ingin dilihat manusia) ataupun sum’ah (ingin didengar manusia), bukan pula karena engkau ingin mendapatkan pujian serta kedudukan yang tinggi di antara manusia, dan juga bukan karena engkau tidak ingin dicela oleh manusia. Apabila engkau melakukan suatu amalan hanya karena Allah semata bukan karena kesemua hal tersebut, maka ketahuilah saudaraku, itu berarti engkau telah ikhlas. Fudhail bin Iyadh berkata, “Beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amal karena manusia adalah riya.”
Tafsir QS Al Muzammil
Surat Al Muzammil berisi tentang tarbiyah Allah kepada
Rasulullah yang akan mengemban risalah dakwah yang berat dan penuh resiko.
Untuk generasi berikutnya khususnya bagi kita semua umat islam, harus mengambil
ibroh dari surat Al Muzammil sebagai persiapan bagi seorang aktifis dakwah.
Kita semua adalah aktifis dakwah yang menyeru umat menjadi Khoiru Ummah. Ummat
terbaik yang akan meninggikan islam di muka bumi. Ummat wasathon umat pertengahan
yang akan memperjuangkan keadilan, menjadi kholifah di muka bumi.
Asbabun Nuzul
Sebagian besar ayat Qur’an turun tanpa azbabun nuzul. Namun untuk surat Al Muzammil asbabun nuzulnya adalah “Kaum Quraisy berkumpul di Darun Nadwah untuk membicarakan makar menghentikan dakwah Rosulullah”. Dan begitulah kerja orang kafir di muka bumi akan selalu berusaha menghentikan dakwah sampai hari kiamat.
Rasulullah sedih menerima tuduhan dan caci maki dari orang
kafir Quraisy. Beliau menyelimuti diri karena merasa tidak enak badan akibat
terlalu berat memikirkan kelangsungan dakwah ini. Lalu Allah menghiburnya
sekaligus mentarbiyahnya dengan menurunkan surat Al Muzammil ayat 1-19
sekaligus sedangkan ayat 20nya baru diturunkan setahun kemudian. Mulai saat itu Qiyamul lail menjadi wajib hukumnya bagi
Rasulullah dan para sahabat. Hikmah dibalik diwajibkannya qiyamul lail adalah:
Pilar-Pilar Kebangkitan Umat
Pilar-pilar kebangkitan ummat merupakan buku terjemahan, dengan Judul asli ”Haula Assasiyat al-Masyru al-Islami li an-Nahdlah al-Ummah: Qira’at fi Fikri al-Imam al-Syahid al-Ustaz Hazan al-Banna”. Yang merupakan Intisari dari buku Majmu’at ar-Rasail.
Judul buku ini mengadung hasrat yang ingin di sampikan dari buku dengan tebal 337+xx halaman, diterbitkan oleh Al I’tishom yang di tulis oleh ustad Abdul Hamid al-Ghozali, hasrat tersebut tertuang dalam 3 Istilah Kunci (Keywords):
1. Al-Masyru’ al-Islami: proyek keislaman atau islamisasi
2. Al-Nahdlah al-Ummah: kebangkitan umat dari keterpurukan
3. Assasiyat: prinsip-prinsip dasar (fondasi pemikiran, bukan pilar, secara harfiyah)
Judul buku ini mengadung hasrat yang ingin di sampikan dari buku dengan tebal 337+xx halaman, diterbitkan oleh Al I’tishom yang di tulis oleh ustad Abdul Hamid al-Ghozali, hasrat tersebut tertuang dalam 3 Istilah Kunci (Keywords):
1. Al-Masyru’ al-Islami: proyek keislaman atau islamisasi
2. Al-Nahdlah al-Ummah: kebangkitan umat dari keterpurukan
3. Assasiyat: prinsip-prinsip dasar (fondasi pemikiran, bukan pilar, secara harfiyah)
Langganan:
Postingan (Atom)
Sabar dalam Islam: Keutamaan dan Hikmahnya dalam Kehidupan
Sabar adalah salah satu sifat mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada ujia...
-
Tuhan, Maaf, kami sedang sibuk "Tuhan, maaf, kami sedang sibuk. kami memang takut neraka, tetapi kami kesulitan mencari waktu unt...
-
Surat Al Muzammil berisi tentang tarbiyah Allah kepada Rasulullah yang akan mengemban risalah dakwah yang berat dan penuh resiko. Untuk...




